MAJALAHKU, MAJALAHMU, MAJALAH KITA

 

“MAJALAHKU”

MAJALAH SISWA SD NEGERI MLESEN

DARI KITA, OLEH KITA DAN UNTUK KITA

 

MUKHAMMAD MAIMUN RIDLO, S.Pd.SD.

 

LATAR BELAKANG

Ayat Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah Surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Ayat pertama dari surat tersebut berbunyi Iqra yang bermakna “Bacalah!”. Tentu pasti ada banyak alasan di balik kenapa ayat tersebut menjadi ayat yang pertama dturunkan. Aktivitas membaca merupakan keterampilan berbahasa yang bertujuan untuk memahami ide, gagasan, dan perasaan. Ide yang ada di dalam proses membaca seseorang akan mengalami proses berpikir untuk memahami ide dan gagasan secara luas.

Proses membaca erat kaitannya dengan menulis. Kita akan lebih mudah menulis apabila kita banyak membaca. Dengan banyak membaca kita akan mempunyai banyak referensi dalam menulis. Semakin banyak referensi bacaan kita, akan semakin banyak pula materi dan gaya baca yang bisa kita pakai.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sangat mendukung kegiatan ini. Dukungan tersebut dituangkan dalam Gerakan Literasi Nasional (GLS). Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. Kegiatan rutin ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca.

Kita tidak bisa memungkiri apabila anak sekarang lebih suka menatap layar handphone untuk bermain game dan melihat video dan media sosial daripada menggunakan gawai tersebut untuk membaca materi pelajaran atau bahkan hanya sekedar cerita fiksi. Produk yang berbentuk hardkopi seperti buku, majalah, koran maupun yang lain. Hal ini menyebabkan tingkat literasi di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Kemampuan literasi anak-anak Indonesia jauh tertinggal dari negara lain.

Majalah, koran dan produk lain pernah mengalami masa kejayaan dahulu. Produk tersebut masuk ke dalam kategori produk jurnalistik. Secara bahasa (Indonesia), jurnalistik adalah hal yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran dan seni kejuruan yang bersangkutan dengan pemberitaan dan persuratkabaran (KBBI). secara praktis, jurnalistik adalah pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), penyuntingan naskah berita (editing), dan penyajian atau penyebarluasan berita (publishing/broadcasting) melalui media.

Salah satu produk jurnalistik adalah majalah. Majalah terbagi banyak. Ada yang mengkhususkan diri membahas tentang hobi seperti memancing, otomotif, olahraga dan sebagainya. Di antara berbagai macam jenis majalah, terdapat majalah khusus untuk anak. Jaman dahulu ada banyak majalah anak. Mengambil contoh Bobo, Bee, Si Kuncung, Anak Soleh, Fantasi, Tablo dan lain sebagainya. Namun sekarang majalah tersebut sudah banyak yang gulung tikar karena minat membaca anak juga sangat kurang sehingga penjualannya sangat minim.

ALASAN

Di kebanyakan sekolah khususnya di tingkat menengah terdapat majalah. Ada yang berbentuk majalah dinding ataupun dalam bentuk cetak seperti majalah biasa. Namun untuk tingkat dasar jarang sekali majalah sejenis. Majalah untuk anak tentu berbeda dengan majalah untuk remaja atau dewasa. Banyak hal yang disajikan yang disesuaikan dengan dunia anak. Seperti imajinasi dalam bentuk superhero maupun dongeng. Komposisi warna juga menjadi daya tarik agar majalah anak diminati.

Sementara di SD Negeri Mlesen kondisi siswanya masih kurang suka dalam membaca dan menulis. Bacaan untuk anak sangat minim mengingat sekolah tidak punya ruangan khusus untuk perpustakaan. Hal ini menyebabkan koleksi perpustakaan sangat terbatas sehingga minat baca anak minim.

PELAKSANAAN DAN HASIL

Melihat keadaan itu, diluncurkan produk “MAJALAHKU”. Sebuah platform majalah buatan siswa dan digital untuk meningkatkan miat baca siswa dan menyalurkan hobi siswa seperti menulis yang mengambil edisi pertama pada Bulan April 2022. Dalam Majalahku, anak bisa menuliskan puisi, menulis cerita pengalaman, pantun maupun mengirimkan gambar. Dalam edisi pertama ini juga terdapat informasi dan wawancara dengan Kepala Sekolah dan salah satu siswa berprestasi dari SD N Mlesen.

Proses pembuatan majalah dengan dibimbing oleh penulis sebagai guru penanggung jawab kegiatan. Untuk rubrik informasi, siswa mencari informasi penting dari kalender dan koran bekas yang banyak terdapat di sekolah untuk kemudian ditempelkan di majalah. Informasi tersebut berupa informasi doa harian dan wayang.










Sedangkan untuk rubrik pantun, puisi, pengalaman dan gambar anak menggambar atau menulis langsung di kertas.

  





Rubrik yang lain seperti resensi buku maupun wawancara disajikan dalam bentuk ketikan microsoft word karena kalau ditulis tangan cukup banyak dan kurang efektif.

PERASAAN

Perasaan penulis setelah melakukan aksi nyata di tiga modul adalah merasa sangat bahagia dan bangga karena anak banyak yang menyukai kegiatan dan damp. Sementara penulis tertantang untuk selalu menyajikan kejutan untuk siswa tentang hal-hal yang diharap melibatkan siswa dan merangsang kemampuan mereka sehingga muncul secara optimal.

PEMBELAJARAN

Pembelajaran yang bisa diambil dari aksi nyata yang sudah dilaksanakan adalah belum tentu rencana awal akan berlangsung dengan lancar. Pasti ada sesuatu atau hal yang menyebabkan kegiatan hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, tertunda, atau bahkan batal. Rencana penulis dalam melaksanakan aksi nyata di modul 3.3 inipun awalnya berbeda. Sehingga kemudian di pertengahan jalan diganti kegiatannya. Sehingga diperlukan perncanaan matang maupun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk keberhasilan suatu kegiatan.

RENCANA KE DEPAN

Rencana ke depan adalah semoga Majalahku bisa terbit rutin minimal 6 bulan (satu semester) sekali. Syukur apabila bisa terbit setiap bulan.

 

Untuk mendownload MAJALAHKU versi pdf bisa scan qr code di bawah (untuk versi cetak bisa menghubungi penulis) :

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESIMPULAN (SINTESIS) MATERI PGP

PENERAPAN 3 ES TOMAT SEBAGAI IMPLEMENTASI BUDAYA POSITIF